Berita

Terjebak di Antara Keinginan dan Kebutuhan, Jadi Mesti Pilih yang Mana?

Duh, lagi butuh baju putih nih buat kerja besok. Tapi baju yang biru itu lucu banget modelnya. Mau beli keduanya, tapi bujet gak cukup. Beli yang mana dulu ya?

Pernah enggak sih kamu berada di momen seperti itu? Dilema di antara dua pilihan, mau memenuhi keinginan atau kebutuhan?

Tenang, kamu enggak sendirian. Gita juga sering banget kok berada di momen seperti itu. Rasanya, mau borong keduanya, tapi lagi-lagi kepentok bujet yang enggak cukup. Kalaupun cukup, masa impulsif banget sih beli keduanya. Nah, kalau ada di momen seperti itu, jangan gegabah untuk langsung memutuskan. Kamu harus ketahui dulu nih mana yang memang benar-benar diinginan dan mana yang sekedar keinginan belaka. Caranya dengan mengetahui tanda-tanda beirkut ini:

Keinginan itu, biasanya…

Definisi dari ‘keinginan’ adalah barang yang diingini, harapan, atau hasrat. Singkatnya, rasa ‘Keinginan’ itu dilandaskan atas rasa ingin atau suka. Misal, kamu suka dengan warna biru, tapi saat itu kamu membutuhkan baju warna putih. Ketika melihat baju warna biru kamu tertarik dan mau membelinya padahal yang dibutuhkan baju warna putih. Di satu sisi, kamu tahu kalau kamu sudah punya banyak warna biru. Ditambah lagi, model baju tersebut juga unik dan gak pasaran. 

Lebih mudahnya, keinginan itu muncul biasanya karena rasa suka atau justru hanya sekedar mengikuti tren masa kini, yang bersifat sementara. Iya, biar kekinian jadi beli model baju yang lagi hype saat ini. Jadi, semakin membuat kamjadi lebih impulsif dan konsumtif. 

Kalau kebutuhan itu, biasanya…

Nah kalau kebutuhan ini, biasanya diawali karena keharusan atau kondisi yang memang mendesak kamu untuk membeli barang tersebut. Contohnya, minggu depan kamu mau wawancara kerja pertama kali, sehingga memaksa kamu untuk mengenakan sepatu pantofel. Kemudian kamu pergi ke suatu mal dan melihat sepatu pantofel seperti yang kamu butuhkan. Di sampingnya ada sepatu Loafers yang lebih kamu suka dengan model yang lebih menarik. Tapi karena kamu sepatu pantofel sedang dibutuhkan untuk wawancara besok, ya jadi prioritas kamu itu ya pantofel.

Lebih mudaknya, kebutuhan itu mendesak karena keperluan penting atau ketika kondisi barang tersebut sudah tidak layak pakai dan kondisi mengharuskan kamu membeli barang tersebut .

Jadi, itu dia perbedaan keinginan dan kebutuhan. Dengan menjabarkan definisi sekaligus perbedaan keinginan dan kebutuhan di atas, kamu bisa lebih mudah menentukan keputusan ketika sedang berada di situasi yang dilema mau beli si A atau si B.

Jadi, kalau gitu gimana caranya menentukan mesti beli barang yang kita inginkan dan dibutuhan?

Jawabannya mudah. Kamu harus tenang sejenak dan coba untuk memikirkan hal-hal berikut ini sebelum memutuskan mana yang akan kamu pilih:

1. Jangan cuma sekali pakai

Jangan cuma membeli barang karena ingin dan momentum aja. Usahakan membeli barang yang memang kamu butuhkan dan memang bisa digunakan kapan saja. Jadi, jangan beli barang hanya karena momentum tertentu saja. Misal, kamu mesti beli jaket kulit untuk foto buku tahunan. Kalau selanjutnya kamu enggak akan mengenakan jaket kulit tersebut, kamu bisa meminjam baju di platform Rentique untuk acara-acara tertentu. 

2. Sesuai dengan bujet

Pastikan juga sebelum beli, usahakan sesuai dengan bujet yang ingin kamu keluarkan. Jadi, enggak sia-sia dan masih sesuai dengan rencana keuangan yang sudah kamu buat setiap bulannya. Kalau belum buat rencana keuangan, setidaknya tentukan rata-rata bujet (range harga) yang ingin kamu keluarkan.

3. Beli barang yang belum pernah kamu miliki sebelumnya

Biar enggak sia-sia, beli barang dengan model yang belum pernah kamu beli sebelumnya. Jangan beli barang yang modelnya sama, yang ada nanti kamu malah bosen karena modelnya itu-itu saja. Jadi, usahakan beli dengan model yang berbeda ya.

Itu dia tiga cara kamu untuk membedakan mana keinginan dan kebutuhan serta cara yang tepat ketika sedang terjebak di antara kedua hal tersebut. Jadi, enggak usah lagi deh bingung mau beli barang yang A atau B. Jangan karena tren jadi malah selalu mengikuti keinginan saja ya.

Selamat mencoba, Sahabat GandengTangan!Jangan lupa juga untuk mampir di laman GandengTangan dan blog Gita untuk kepoin tentang investasi, berita terbaru hingga promo yang ada di sini.

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.