Keuangan

Mengenal Rumus Investasi Internal Rate of Return (IRR)

Mengenal Rumus Investasi Internal Rate of Return (IRR)

Ingin terjun ke dunia bisnis? Berikut salah satu rumus investasi yang perlu Anda kuasai.

Bagi pemula, mengenal seluk beluk tentang investasi bisa menjadi salah satu langkah tepat sebelum memutuskan untuk terjun ke dunia penanaman modal. Salah satunya yaitu mengenal rumus investasi bernama internal rate of return (IRR). Apa itu?

 

  • Internal Rate of Return (IRR): Cara Mudah Menilai Investasi

Secara garis besar, IRR diartikan sebagai salah satu metode yang digunakan untuk menghitung tingkat pengembalian dari sebuah investasi. Ya, memilih untuk terjun ke dalam dunia investasi, artinya Anda harus siap dengan risiko di dalamnya. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan analisa mengenai tingkat efisiensi dari program investasi yang Anda jalankan. Salah satu caranya yaitu menggunakan rumus investasi bernama IRR.

Alih-alih menghitung secara manual, Anda bisa mencari tahu nilai IRR dengan menggunakan fungsi IRR yang tersedia di Microsoft Excel. Perhitungan IRR umumnya banyak digunakan oleh perusahaan besar yang akan melakukan investasi.

Sementara bagi Anda yang akan mengikuti program investasi yang disediakan oleh fintech, mencari tahu berapa pengembalian yang akan Anda terima dapat dilakukan melalui simulasi pengembalian dana yang disediakan oleh masing-masing fintech.

 

  • 3 Faktor Lain yang Harus Diperhatikan Sebelum Berinvestasi

Selain mencari tahu berapa tingkat keuntungan yang akan Anda peroleh, sebelum berinvestasi Anda juga perlu memperhatikan sejumlah hal seperti 3 faktor berikut ini:

 

  • Jangka waktu

 

Bila ingin berinvestasi, jangan lupa pahami berapa lama waktu yang Anda perlukan untuk mendapatkan imbal hasil (payback period). Biasanya, apabila investasi mampu memberikan payback period dengan cepat, maka bisa disimpulkan bahwa instrumen investasi tersebut terbilang baik.

Lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan pengembalian hasil investasi ini biasanya bergantung pada tujuan investasi itu sendiri, apakah termasuk investasi jangka panjang, menengah, atau pendek.

Banyak orang beranggapan bahwa investasi jangka panjang merupakan jenis investasi yang paling potensial. Meski begitu, Anda juga perlu memikirkan tentang risiko investasi dan kemampuan finansial pribadi.

 

  • Perhatikan risikonya

 

Semakin besar keuntungan yang Anda peroleh dalam sebuah investasi, maka semakin besar pula risiko yang Anda terima. Inilah aturan paling umum dalam dunia investasi yang wajib Anda ketahui. Kalau Anda masih pemula, hati-hati dengan perusahaan yang menawarkan investasi modal rendah namun keuntungan selangit. Hal tersebut tentu tidak sesuai dengan prinsip investasi yang telah disebutkan. Bagi pemula, ada baiknya mengikuti investasi rendah risiko seperti p2p lending, emas, deposito berjangka, dan reksa dana pasar uang.

 

  • Pilih produk investasi yang tepat

 

Terakhir, pilih produk investasi sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, penting bagi Anda untuk mengetahui produk investasi yang ditawarkan telah memiliki izin resmi di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) agar terhindar dari investasi bodong. Di era milenial seperti sekarang, sudah banyak kalangan pemuda yang mulai berinvestasi. Sejumlah jenis investasi yang banyak diminati oleh kaum milenial adalah deposito berjangka, p2p lending, dan logam mulia. Selain rendah risiko, ke tiga jenis investasi tersebut bisa dilakukan dengan modal terjangkau.

 

Itulah penjelasan singkat mengenai internal rate of return (IRR) sebagai salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan sebelum memulai investasi. Nah, sudahkah Anda berinvestasi? Jika belum, Anda bisa bergabung bersama Gandengtangan, salah satu platform investasi online tepercaya.   

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.