Keuangan

Meniru Cara Hidup Hemat ala Orang Jepang

Meniru Cara Hidup Hemat ala Orang Jepang

Membiasakan diri untuk hidup hemat? Berikut 3 kebiasaan orang Jepang dalam mengatur finansial yang patut dicontoh.

 Selain dikenal memiliki disiplin tinggi, masyarakat Jepang juga punya budaya positif lainnya yaitu hidup hemat. Ya, mahalnya biaya hidup di Jepang sering kali membuat masyarakatnya harus pintar mengelola keuangan. Prinsip hidup hemat ini bahkan dipegang teguh oleh wanita Jepang yang telah menikah. Nah, bagi Anda yang ingin membiasakan diri untuk hidup hemat seperti orang Jepang, begini cara melakukannya.

  • Menekan Angka Pengeluaran

Orang Jepang memiliki budaya membawa bento atau bekal makan untuk makan siang. Alih-alih mengeluarkan sejumlah uang untuk makan siang di restoran, mereka lebih senang membawa bekal untuk memangkas pengeluaran.

Selain membawa bento, orang Jepang juga terbiasa membawa botol minum. Hal ini dilakukan untuk menghindari membeli minum di vending machine ataupun di minimarket.

Menekan pengeluaran ala orang Jepang selanjutnya adalah membuat daftar belanja. Tips inilah yang sering dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga di Jepang. Bagi mereka, membawa daftar belanja sebelum pergi ke pasar akan membantu mereka terhindar dari membeli barang di luar rencana.

  • Merencanakan Tabungan

Pernah dengar tentang kakeibo? Kakeibo merupakan teknik menabung ala orang Jepang. Dipopulerkan oleh Fumiko Chiba, metode kakeibo sebenarnya cukup sederhana bila dilakukan. Pada dasarnya, teknik ini mengharuskan Anda untuk memisahkan pengeluaran menjadi beberapa kategori dan rutin mencatat setiap pengeluaran.

Kalau ingin hidup hemat dengan bantuan teknik kakeibo, pertama, catat penghasilan kemudian kurangi dengan pengeluaran tetap seperti cicilan listrik atau biaya sewa tempat tinggal.

Setelah mendapatkan sisanya, tetapkan berapa nominal yang ingin Anda tabung. Oh iya, untuk biaya pengeluaran Anda bisa membaginya ke dalam beberapa kategori. Orang Jepang umumnya memisahkan pengeluaran menjadi 4 kategori yaitu kebutuhan pokok, kebutuhan hiburan, kebutuhan untuk menambah wawasan, dan pengeluaran tak terduga.

Setelah membagi uang kepada 4 kategori, mereka lalu memasukkan uang tersebut ke dalam amplop. Apabila uang di salah satu amplop sudah habis. Mereka tidak boleh mengambil uang dari amplop lainnya. Alhasil, mereka harus menunggu hingga bulan berikutnya.

Terakhir, jangan lupa untuk melakukan evaluasi apakah rencana pengeluaran Anda sudah tepat.

  • Menjalani Gaya Hidup Minimalis

Tips ke tiga hidup hemat ala orang Jepang yaitu menjalani hidup minimalis. Kebiasaan hidup minimalis ini dipengaruhi oleh estetika Buddhisme Zen yang menekankan pentingnya kesederhanaan dengan cara mengurangi barang-barang yang tidak perlu.

Bila diperhatikan, hidup minimalis ini mampu membawa sejumlah keuntungan. Bagi orang Jepang sendiri, tinggal di rumah dengan sedikit perabotan mampu mengurangi risiko luka akibat kejatuhan benda di ruangan ketika terjadi gempa.

Lalu bagaimana cara melakukan hidup minimalis? Anda bisa memulainya dengan menyingkirkan barang-barang yang tidak perlu. Barang-barang tersebut bisa Anda donasikan atau jual kembali. Dengan hidup minimalis, Anda pun bisa lebih mudah membersihkan rumah. Lebih dari itu, hidup minimalis mampu membuat Anda lebih hemat.

Itulah 3 cara hidup hemat ala orang Jepang yang bisa Anda contoh. Sebagai tambahan, hidup hemat bukanlah satu-satunya cara yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki kualitas hidup terutama dalam segi finansial. Untuk meningkatkan aset di masa mendatang, Anda bisa mengikuti program investasi seperti investasi online p2p lending milik Gandengtangan. Selamat mencoba.

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.