Profil Usaha Mikro
Du'Anyam
  , 
Rp 16.670.151
103% terdanai oleh 22 pendana
Kebutuhan Dana: Rp 16.200.000
Proyeksi Imbal Hasil Rp 50.000
Pengembalian Pembiayaan: Rp 16.200.000
Durasi Pembiayaan: 24 Minggu
Waktu Tersisa: Funded
Sisa Pendanaan Rp -470.151
Rp
Beri Pembiayaan

Deskripsi Usaha
<h1><strong>Apa itu Du'Anyam?<br /></strong></h1> <p><img style="width: 339.461756373938px; height: 460px;" src="../../../public/images/2015-08-18-12-16-Women-weaving-with-child---Du'Anyam-postcard.jpg" alt="" /></p> <p><span style="color: #000000; line-height: 1.45em; background-color: initial;">Du’Anyam, sebuah wirausaha sosial yang bertujuan meningkatkan kemampuan finansial para ibu usia hamil di Nusa Tenggara Timur (NTT) agar dapat mengakses fasilitas kesehatan serta gaya hidup yang lebih sehat terutama pada masa kehamilan. Hal ini dilakukan melalui penyediaan lapangan kerja alternatif yang mendayagunakan kearifan lokal yang telah dimilki masyarakat, yaitu anyaman daun lontar. </span></p> <p> </p> <h1><strong>Mengapa Du'Anyam melakukan ini?<br /></strong></h1> <p><img style="width: 309.968287526427px; height: 413px;" src="../../../public/images/2015-08-18-12-20-DSC08337.JPG.jpg" alt="" /></p> <p>Para wanita di NTT berperan sebagai tumpuan hidup keluarga karena kebanyakan lelakinya pergi merantau ke luar pulau. Mereka bertanggung jawab untuk berladang—baik ketika tubuh sedang fit, hamil, ataupun sakit—demi terpenuhinya kebutuhan makan semua anggota keluarga setiap hari. Akibat pekerjaan berladang yang menguras tenaga ini, kualitas hidup ibu dan anak di sana tertinggal dari standar ideal.</p> <p>Realitas ini terlihat dari fakta bahwa sekitar 45% ibu hamil di NTT menderita kekurangan energi kronis. Kondisi ini berisiko menyebabkan keguguran, kematian ibu saat melahirkan dan kematian anak ketika masih bayi. Di seluruh NTT, sebanyak 359 ibu meninggal saat melahirkan per 100 ribu kelahiran hidup. Sementara itu, angka kematian bayi baru lahir di NTT tercatat sebanyak 26 dari 1.000 kelahiran hidup.</p> <blockquote> <h4>Kondisi ini membuat NTT tercatat sebagai salah satu provinsi dengan tingkat kematian ibu dan anak yang tertinggi di Indonesia.</h4> </blockquote> <p><img style="width: 486.925531914894px; height: 365px;" src="../../../public/images/2015-08-18-12-20-DSC07952.JPG.jpg" alt="" /></p> <p><span style="line-height: 1.45em; background-color: initial;">Inilah yang melatarbelakangi saya, Azalea Ayuningtyas untuk merintis Du’Anyam. Dengan bernaung dalam dampingan Du’Anyam, para ibu di sana bisa memiliki alternatif sumber pendapatan yang aman bagi mereka ketika hamil, sekaligus memastikan lahannya tetap tergarap dan menghasilkan bahan makanan pokok bagi keluarga.</span></p> <p>Artikel Pendukung:</p> <p><a href="http://blog.gandengtangan.org/kenapa-kesehatan-ibu-dan-anak-di-ntt-mendesak-ditangani-ini-alasannya/">Kenapa Kesehatan Ibu dan Anak di NTT Mendesak Ditangani? Ini Alasannya</a></p> <p><a href="http://blog.gandengtangan.org/masih-ragu-beri-pinjaman-untuk-duanyam-baca-ini/">Masih Ragu Beri Pinjaman Untuk DuAnyam? Baca Ini!</a></p> <p> </p> <h1><strong>Apa yang Du'Anyam lakukan?<br /></strong></h1> <p> </p> <p><img src="https://dl.dropboxusercontent.com/u/2630347/gt/bisnis_model_duanyam.jpg" alt="" width="800" height="1834" border="0" /></p> <p>Du’Anyam mengajak para ibu di Desa Duntana Lewoingu, NTT untuk membentuk kelompok usaha anyaman yang beranggotakan 10-15 orang. Selain berfungsi sebagai kelompok usaha, kami juga menjadikan kelompok ini sebagai lingkar edukasi kesehatan ibu hamil dan reproduksi lewat kerja sama dengan fasilitas kesehatan setempat.</p> <p>Saat tidak ada yang hamil, anggota kelompok anyaman Du’Anyam menggarap ladang masing-masing di pagi hingga siang hari dan mengerjakan pesanan anyaman di waktu senggang. Ketika ada anggota kelompok yang hamil, dia akan mendapatkan ‘cuti’ dari kewajiban menggarap ladang dan bekerja penuh untuk mengerjakan tugas anyaman semua anggota kelompoknya. Sebagai kompensasi, anggota kelompok yang lain bebas dari tugas menganyam dan bergantian menggarap ladang anggota kelompok yang cuti.</p> <p><img style="width: 532px; height: 399px;" src="../../../public/images/2015-08-18-12-21-IMG_0472.JPG.jpg" alt="" /></p> <p>Selain melakukan pendampingan <em>on-site</em>, Du’Anyam juga memfasilitasi desain souvenir seperti sandal hotel, tas seminar, dan tempat kartu nama agar bisa dijual dengan harga lebih tinggi. Kami juga mendistribusikan produk para penganyam ke sejumlah pembeli seperti hotel dan perusahaan di sekitar NTT.</p> <p><img style="width: 480.77494199536px; height: 361px;" src="../../../public/images/2015-08-18-12-21-IMG_8913.JPG.jpg" alt="" /></p> <p>Sejak beroperasi tahun 2014, saat ini ada 30-40 penganyam yang bernaung di bawah Du’Anyam. Para ibu ini kini mendapat penghasilan tambahan sekitar 20% setiap bulannya. Kami mendorong mereka untuk membuat tabungan persiapan melahirkan dengan menyisihkan setidaknya 10% dari penghasilan tambahan ini, sehingga mereka yang sedang hamil bisa membeli makanan tambahan bergizi.</p> <p> </p> <h1><strong>Tujuan Pinjaman</strong></h1> <p>Setelah menjalankan proyek percontohan kami di Desa Duntana Lewoingu, Kabupaten Flores Timur selama hampir 1 tahun, kami telah menemukan model bisnis sosial yang sesuai serta pasar yang kuat untuk Du'Anyam. Kini, kami siap untuk mengembangkan sayap ke desa-desa lain agar bisa merangkul lebih banyak ibu yang membutuhkan. Dengan memperluas wilayah cakupan ini, kami juga dapat meningkatkan kapasitas produksi kami dan memenuhi permintaan pasar yang terkadang bahkan melebihi kemampuan produksi kami pada saat ini.</p> <p><img style="width: 340px; height: 255px;" src="../../../public/images/2015-08-18-11-35-IMG_9563.JPG.jpg" alt="" /></p> <p>Untuk itu, kami memerlukan kendaraan operasional berupa sepeda motor setara Honda Revo senilai Rp 16.2 juta. Kendaraan ini akan kami gunakan untuk meninjau kegiatan di desa-desa dampingan kami dan untuk mengangkut serta mengirim produk anyaman. Biaya transportasi menelan porsi yang cukup besar karena letak daerah operasi Du’Anyam yang terpencil. Keberadaan motor ini dapat menurunkan pengeluaran kami, sehingga efisiensi tersebut dapat meningkatkan dana yang digunakan untuk mendukung program-program sosial Du'Anyam.</p> <p> </p> <h1><strong>Hadiah untuk Pemberi Pinjaman<br /></strong></h1> <p>Sebagai bentuk apresiasi terima kasih kami kepada para Pemberi Pinjaman, maka kami telah menyiapkan beberapa hadiah sebagai berikut:</p> <p> <strong>Pinjaman IDR 50.000 - 249.900: Mendapatkan ucapan terima kasih sedalam-dalamnya dari tim Du'Anyam atas dukungannya dalam membantu para ibu dan bayi di NTT</strong></p> <p><img style="width: 451.05604719764px; height: 301px;" src="../../../public/images/2015-08-18-12-22-IMG_2315.JPG.jpg" alt="" /></p> <p> </p> <p><strong>Pinjaman IDR 250.000 - 999.900: Mendapatkan slipper Du'Anyam</strong></p> <p><img style="width: 415.604395604396px; height: 310px;" src="../../../public/images/2015-08-18-10-54-DSC_6844.jpg" alt="" /></p> <p> </p> <p><strong>Pinjaman IDR 1.000.000 - 2.499.900: Mendapatkan weaflops Du'Anyam</strong></p> <p> <img style="line-height: 1.45em; width: 281.752232142857px; height: 425px; background-color: initial;" src="../../../public/images/2015-08-18-10-57-DSC_6875.jpg" alt="" /></p> <p> </p> <p><strong>Pinjaman IDR 2.500.000 ke atas: Mendapatkan weaflops Du'Anyam dan keranjang Du'Anyam</strong></p> <p><img style="width: 517.554707379135px; height: 343px;" src="../../../public/images/2015-08-18-10-58-DSC_7047.jpg" alt="" /></p> <p> </p> <h1><strong>Sumber Pengembalian Pinjaman</strong></h1> <p>Du'Anyam akan mengembalikan pinjaman tersebut dari hasil penjualan sandal (<em>slipper </em>dan <em>weaflops)</em> anyaman daun lontar ke hotel dan perusahaan di Jakarta, Bali, dan NTT.</p> <p> </p> <h1><strong>Tentang Peminjam</strong></h1> <p><img style="width: 457.333333333333px; height: 343px;" src="../../../public/images/2015-08-18-12-22-IMG_7327.JPG.jpg" alt="" /></p> <p>Saya Azalea Ayuningtyas, biasa dipanggil Ayu. Selama menjalani studi S2 saya di Fakultas Kesehatan Masyarakat di Harvard University, saya banyak terlibat dalam proyek peningkatan nutrisi dan sanitasi di Indonesia, India, dan Kamboja. Akan tetapi, saya baru benar-benar menemukan <em>passion</em> saya setelah mempelajari tentang konsep kewirausahaan sosial.</p> <p>Berbeda dengan penelitian akademik, dengan kewirausahaan sosial saya bisa melihat langsung dampak dari apa yang saya lakukan di masyarakat dan tanpa ketergantungan akan donasi, kegiatan yang dilakukan pun bisa lebih berkelanjutan. Saya sempat bekerja selama 1 tahun di sebuah perusahaan konsultan di Boston sambil mengembangkan ide tentang Du'Anyam dengan sahabat baik saya Hanna Keraf yang bekerja di sebuah lembaga swadaya masyarakat di NTT.</p> <p><img style="width: 510.37182448037px; height: 383px;" src="../../../public/images/2015-08-18-12-23-Du'Anyam-Team-Photo-2014.JPG.jpg" alt="" /></p> <p>Setelah Du'Anyam berkembang dari sebuah ide menjadi sebuah bisnis sosial yang mendapatkan dukungan dari MIT dan UnLtd, saya kembali ke tanah air di akhir 2014 untuk mendedikasikan 100% waktu, pikiran, dan tenaga saya untuk Du'Anyam.</p> <p><span style="color: #000000; line-height: 1.45em; background-color: initial;"> Artikel Pendukung: <a href="http://blog.gandengtangan.org/ramai-ramai-pulang-kampung-untuk-ibu-pertiwi/">Kenali Para Pendiri DuAnyam: Ramai-ramai "Pulang Kampung" untuk Ibu Pertiwi</a></span></p> <h3> </h3> <h3><strong>Dukungan dari <a href="http://www.unltd-indonesia.org">UnLtd Indonesia</a></strong><strong><br /></strong></h3> <blockquote> <p>Di dalam interaksi dapat terlihat bahwa Du’anyam sungguh-sungguh berkomitmen terhadap bisnis yang mereka bangun.</p> <p>Tentang manfaat sosial, jelas sekali dari awal memang Du’anyam didirikan untuk mengurangi tingkat keguguran bayi di Flores. Dengan tambahan penghasilan dari menganyam, para perempuan usia produktif tidak perlu lagi bekerja di ladang selama masa kehamilan. Mereka dapat tetap mendapat penghasilan tanpa harus menanggung risiko kehamilannya terganggu. ...</p> </blockquote> <p><strong>Selanjutnya di tab 'Dukungan'</strong></p>
Pembiayaan Ini Penting Karena
Detil Info Usaha
Pemasukan Usaha per Bulan: Rp 0
Pengeluaran Usaha per Bulan: Rp 0
Laba per Bulan: Rp 0
Detil pembiayaan
Jadwal Angsuran: Mingguan
Pengembalian Pokok: Rp 675.000
Imbal Hasil: Rp 0 +
Nilai Angsuran: Rp 675.000
GT-Trust
Gandengtangan
icon
Dipercayai oleh: 0 Lenders
Usaha yang didampingi: 0 Usaha
Dana yang dikelola: Rp 0
Lihat Profil


Pendana yang Mendanai Project Ini
image profile
Abimantrana K.
image profile
TI ITB 2005
image profile
Naomi Ludmilla Ruslim
image profile
Helen
image profile
Kezia Arya
image profile
Ferdinand Widianto
image profile
Valiska Nathania
image profile
Meidar Sakinata
image profile
Umiyati
image profile
Dwita
image profile
JESSICA SUSILO
image profile
Maria Winarni
image profile
Feliks
image profile
Indrawati Wirodjojo
image profile
Kamila
image profile
Yomi Putri Yosshita Dewi
image profile
Rizky Respati
image profile
Gogurin
image profile
Edwin Aldrin Tan
image profile
tias gatra
image profile
Achmad Syafii
Danai Usaha Mikro Lainnya
Usaha Minuman Bp. Ittaqullah 2
  Kabupaten Kediri
Rp 165.000
Kebutuhan Dana: Rp 2.000.000
Durasi Pinjaman: 4 Minggu
Pengembalian Pembiayaan: Rp 2.024.000
Danai Sekarang
Toko Amy
  Kota Depok
Rp 1.380.000
Kebutuhan Dana: Rp 1.760.000
Durasi Pinjaman: 2 Minggu
Pengembalian Pembiayaan: Rp 1.770.560
Danai Sekarang
Usaha Jasa Supir Truk Bapak Juli (Invoice XIX.VII/3-G)
  Kabupaten Serang
Rp 750.000
Kebutuhan Dana: Rp 5.000.000
Durasi Pinjaman: 2 Bulan
Pengembalian Pembiayaan: Rp 5.120.000
Danai Sekarang
Usaha Jasa Supir Truk Bapak Mahmud (Invoice XIX.VII/3-F)
  Kabupaten Serang
Rp 750.000
Kebutuhan Dana: Rp 5.000.000
Durasi Pinjaman: 2 Bulan
Pengembalian Pembiayaan: Rp 5.120.000
Danai Sekarang
Usaha Jasa Supir Truk Bapak Juli (Invoice XIX.VII/3-F)
  Kabupaten Serang
Rp 750.000
Kebutuhan Dana: Rp 5.000.000
Durasi Pinjaman: 2 Bulan
Pengembalian Pembiayaan: Rp 5.120.000
Danai Sekarang
Usaha Jasa Supir Truk Bapak Mahmud (Invoice XIX.VII/3-E)
  Kabupaten Serang
Rp 800.000
Kebutuhan Dana: Rp 5.000.000
Durasi Pinjaman: 2 Bulan
Pengembalian Pembiayaan: Rp 5.120.000
Danai Sekarang
Usaha Jasa Supir Truk Bapak Juli (Invoice XIX.VII/3-E)
  Kabupaten Serang
Rp 650.000
Kebutuhan Dana: Rp 5.000.000
Durasi Pinjaman: 2 Bulan
Pengembalian Pembiayaan: Rp 5.120.000
Danai Sekarang
Warung Ibu Neng Tarmilah
  Kabupaten Bandung Barat
Rp 7.285.000
Kebutuhan Dana: Rp 20.000.000
Durasi Pinjaman: 3 Bulan
Pengembalian Pembiayaan: Rp 20.600.000
Danai Sekarang