Keuangan

Tekfin Enggak Melulu Soal Belanja

Google baru saja mengeluarkan laporan akhir tahun yang menyatakan kalau ‘Dompet digital terbaik’ jadi Top Keywords tahun 2019 ini. Yep, tidak dipungkiri memang tahun ini uang elektronik kerap kali menjadi perbincangan yang selalu dibahas oleh orang-orang. Atau lebih spesifiknya, perusahaan teknologi finansial (tekfin) memang banyak digandrungi dan banyak juga startup yang berlomba-lomba menawarkan beragam promo menarik lainnya.

Disrupto 2019

Beberapa hari lalu, Jezzie Setiawan selaku CEO GandengTangan diundang ke acara Disrupto 2019 dalam sesi ‘Fintech for the Greater Good”, yang dipandu oleh Bayu El Jamal, dan pembicara lain, Alvin Cahyadi (Convergence Ventures). Dalam acara tersebut, kami membahas sedikit banyak tentang tekfin yang sedang marak di dunia digital. Termasuk keterkaitan antara bank dan startup seperti GandengTangan dalam membangun tekfin di Indonesia itu sendiri.

Dalam sesi kemarin, ada poin menarik yang masih bersinggungan dengan laporan akhir tahun yang diberikan oleh Google. Kebanyakan dari kita mungkin berpikiran bahwa ketika mendengar kata fintech atau tekfin, orang lebih memahami tekfin sebagai salah satu dompet digital yang digunakan untuk berbelanja saja, yang membuat orang semakin konsumtif dengan godaan diskon atau promo yang menggiurkan. Faktanya, tekfin enggak selalu berkaitan dengan hal tersebut lho.

Tekfin Enggak Melulu Soal Belanja

Dompet digital hanya salah satu dari bagian tekfin. Perusahaan tekfin enggak melulu soal dompet digital dengan beragam penawaran promo yang bikin kamu konsumtif, kok. Ada banyak perusahaan tekfin yang bergerak untuk mengajak masyarakat lebih cermat menggunakan uang untuk mengembangkan dana. Salah satunya perusahaan tekfin berbasis P2P Lending, GandengTangan, platform penghubung masyarakat dengan pengusaha mikro di Indonesia. Melalui GandengTangan, masyarakat bisa mulai meningkatkan literasi keuangan dengan melakukan pengembangan dana di platform tersebut, dari Rp50ribu saja.

Sayangnya, masih ada beberapa juga yang sadar akan hal ini. Untuk itu, melalui sesi di acara Disrupto 2019 kemarin, kami mengajak teman-teman untuk lebih sadar akan pentingnya literasi keuangan. Ditambah lagi, saat ini dompet  digital lagi hangat diperbincangan dengan segala kemudahan yang akses yang lebih cepat. Sudah waktunya untuk platform tekfin pengembangan dana seperti GandengTangan juga melebarkan sayapnya untuk meningkatkan inklusivitas keuangan di Indonesia, yang masih tergolong kecil. 

Enggak usah repot-repot, kita bisa mulai dari pengembangan dana dengan model yang cukup kecil, yaitu Rp50ribu saja dengan imbal hasil setara dengan 15,6% per tahun. Selain bisa mengembangkan dana, kamu juga sekaligus membantu/memperkuat usaha mikro di Indonesia. Sebab pengusaha mikro menjadi salah satu tulang punggung yang mendongkrak angka ekonomi mikro di Indonesia dan kontributor lapangan pekerjaan yang cukup besar dibandingkan perusahaan swasta maupun BUMN.

Jadi, belum ada kata terlambat untuk mulai mengembangkan dana di GandengTangan.

Yuk, lakukan pendanaan perdanamu sekarang!

Comment here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.